Ni aku coba attach sekilas tentang jawaban jeni 2 n jeni 3. moga ja bisa bantu buat temen2 :-)

silakan download


Rasakan Rasanya

September 16, 2008

Begitu banyak mail yg masuk di e-mail saya, setelah dibaca2, dicerna n ditelaah ternyata banya juga manfaatnya. Saya ambil salah satunya yaitu yang berjudul “NIKMATILAH KOPINYA, BUKAN CANGKIRNYA  !!! “. Banyak sekali pejaran yg bias diambil dari bacaan tersebut. Daripada saya panjang lebar menjabarkan alangkah baiknya pembaca yang budiman menyimaknya sendiri.

Enjoy n don’t forget to leave a comment. :-)

NIKMATILAH KOPINYA, BUKAN CANGKIRNYA  !!!

Sekelompok alumni University California of Berkeley yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua. Percakapan segera terjadi dan mengarah pada komplain tentang stess di pekerjaan dan kehidupan mereka. Menawari tamu-tamunya kopi, profesor pergi ke dapur dan kembali dengan poci besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis. Dari porselin, plastik, gelas, kristal, gelas biasa, bahkan beberapa di antaranya gelas mahal, dan beberapa lainnya sangat indah. Sang professor mengatakan pada para mantan mahasiswanya mengambil cangkir dan menuang sendiri kopinya. Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan, profesor itu mengatakan:”Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal telah kalian ambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan yang murah saja. Meskipun normal bagi kalian untuk menginginkan hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami”. “Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak memengaruhi kualitas kopi. Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah kopi, bukanlah cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain”. “Sekarang perhatikan hal ini: Kehidupan bagai kopi, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi dalam masyarakat adalah cangkirnya. Cangkir bagaikan alat untuk memegang dan mengisi kehidupan. Jenis cangkir yang kita miliki tidak mendefinisikan atau juga mengganti kualitas kehidupan yang kita jalani. Seringkali,karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita.”Tuhan memasak dan membuat kopi, bukan cangkirnya. Jadi nikmatilah kopinya, bukan cangkirnya. Sadarilah bahwa kehidupan Anda itu lebih penting dibanding pekerjaan Anda. Jika pekerjaan Anda membatasi diri Anda dan mengendalikan hidup Anda, Anda menjadi orang yang mudah diserang dan rapuh akibat perubahan keadaan. Pekerjaan akan datang dan pergi, namun itu seharusnya tidak mengubah diri Anda sebagai manusia. Pastikan Anda membuat tabungan kesuksesan dalam kehidupan selain dari pekerjaan Anda.

Pelajaran-pelajaran yang paling permanen dalam bidang moral adalah yang berasal  bukan dari buku atau pelajaran di sekolah, tetapi dari pengalaman.

( Mark Twain )

Kebanyakan dari kita sebagai masyarakat telah salah mengartikan atau men-judge bagaimana sebenarnya seorang “Gay”, dan selalu berfikiran negatif tentang “mereka”. Disini aku mau share sedikit tentang bagimana sich sebenarnya seorang “Gay” itu ??? Dari baca2 e-mailyang masuk aku kutip mail tersebut dan mau aku share-kan itu ke para pembaca. Trimakasih juga aku ucapin untuk penulis yang juga telah berbagi hasil penelitiannya, sehingga dapat menjadikan ilmu juga untuk para pembaca. silakan di simak yach supaya kita tau nantinya dan gak selalu berfikiran negatif terhadap seorang “Gay”  :-)

Ketika Dede Oetomo masuk sekolah.

Saat homoseksual kembali diributkan karena seorang pembunuh bernama Ryan, Dede Oetomo berangkat ke sekolah. Bukan untuk belajar membaca, tapi untuk berdiskusi dengan para guru dan orang tua murid di Mandala. Tempat yang mencakup TK, SD dan SMP ini adalah sebuah sekolah kecil di Surabaya. Letaknya-pun tidak di jalan besar seperti kebanyakan sekolah-sekolah lainnya. Tapi, di kampung, dengan beberapa perempuan tua yang suka leyeh-leyeh di pelataran. Sekolah ini memang tidak mencoba untuk menjadi sekolah mewah. Sebagai penasehat sekolah, saya sendiri sudah bosan dengan penampilan dan jubah mahal, tapi isi melompong.

Dengan isi manusia seperti Dede Oetomo inilah, saya dapat berbangga. Walau niat ini tadinya ditentang. Salah satu orang tua sempat protes: “Bukankah Dede itu gay?”. Tanpa ingin tahu apa yang akan Dede utarakan, tanpa pernah bertemu dengan Dede, orang ini sudah menolak. Alasannya, kekuatiran bahwa ke-gay-an Dede dapat ditularkan. Dia memutuskan untuk tidak hadir ketika Dede mampir di sekolah ini pada hari Minggu, 27 Juli untuk berdiskusi tentang “Pengasuhan Anak dan Kenyataan Sosial Mengenai Seksualitas”. Mengapa Dede menghubungkan pengasuhan anak dengan kenyataan seksualitas? Karena seksualitas adalah aspek inti dari manusia, yang mencakup hal-hal yang luas, antara lain identitas, orientasi seksual, kemesraan, dan reproduksi. Hal-hal yang menyangkut seksualitas tak mungkin ditutupi.Namun, kata Dede, yang sering terjadi adalah penabuan diskusi seksualitas sehingga mayoritas anak-anak dan remaja mendapat informasi tentang seksualitas dari teman, film erotik, buku atau pacar. Dari orang tua tidak ada, alias nol persen. Padahal studi tentang kawula muda di 4 kota besar di Indonesia mengungkap bahwa hubungan seksual pertama dilakukan cukup dini -16% dari responden melakukan hubungan seksual pertama pada usia 13–15 tahun, 44% pada usia 16–18 tahun, 32% pada usia 19–21 tahun, dan 8% pada usia 22–24 tahun. Dari para remaja ini, 66% mengatakan bahwa teman mereka pernah hamil. Anehnya, mereka yang telah aktif secara seksual terkadang tidak punya pengetahuan yang memadai tentang seks. Hanya 52% mempunyai gambaran yang benar tentang bagaimana kehamilan terjadi. Bahkan beberapa remaja yang hamil di luar nikah sempat heran mengapa mereka dapat hamil padahal belum nikah. Di benak mereka, hanya pernikahan resmi saja yang dapat menyebabkan kehamilan. Jadi, mereka kawin berkali-kali tanpa takut hamil. Menurut Dede, orang tua seharusnya terbuka tentang seksualitas, termasuk keanekaragaman seks, sehingga bila anak bertanya mereka tidak merasa diremehkan atau dibohongi. Sambung Dede: “Ide-ide orang muda tentang seksualitas dipengaruhi tidak saja oleh apa yang dikatakan, melainkan juga oleh apa yang tidak dikatakan, bagaimana mengatakannya, dan sikap tak terucap yang diungkapkan dengan sadar atau tidak”. Bila orang tua terburu-buru membungkam dan bahkan menyemprot anak yang bertanya, seksualitas menjadi hal yang harus disembunyikan bagi si anak. Akhirnya, mereka lebih suka main petak umpet, dan kecelakaan lebih mudah terjadi.
Tentu saja ide “keterbukaan” ini menjadi bahan perbincangan antara Dede dan beberapa orang tua murid. Salah satunya menanyakan tentang bocah lelaki yang suka merias diri, dan kemudian menjadi waria. Bagi Dede, semua anak mempunyai keistimewaan, siapapun anak tersebut. Apa salahnya menjadi waria yang sukses? Boy George adalah salah satu contoh dari sekian banyak.Memang masih ada kecenderungan untuk memojokkan golongan minoritas.Karena itulah, orientasi seksual Ryan, pembunuh yang memutilasikorbannya, menjadi pembahasan seru. Bahkan, beberapa orientasi seksual terkadang dianggap seperti penyakit yang bisa menular.
Hari itu, tentu saja tidak ada yang tertular ke-gay-an Dede. Keponakan saya yang masih duduk di bangku SMP dan telah saya ajak beberapa kali untuk bertemu Dede dan ke kantor GAYa Nusantara-pun tidak pernah ditulari para LGBT yang amat ramah dengannya.Yang didapat oleh keponakan saya dari perkenalan dengan Dede Oetomo dan para LGBT ini justru pelajaran yang sangat berharga: bagaimana mereka yang masih sering dipojokkan oleh masyarakat dapat menerima diri mereka. Bagaimana orang-orang ini dapat bangga akan diri mereka yang sempat ditolak.

Dari sini, keponakan saya dapat lebih percaya diri, dan tidak memandang perbedaan dirinya dengan teman sebayanya sebagai kelainan, kekurangan, ataupun kecacatan. Karena menolak golongan minoritas adalah ketidak mampuan untuk menerima sesuatu yang dianggap lain dari kebanyakan, termasuk menghargai perbedaan diri kita sendiri. Padahal setiap orang selalu mempunyai rasa berbeda bahkan kurang dari yang lain dalam suatu masa. Membuka diri akan perbedaan seseorang adalah salah satu hal yang dapat dipelajari dari bincang-bincang dengan Dede Oetomo. Lalu, bagi orang-orang yang menolak Dede dan tidak datang ke diskusi ini? Rasanya, salah satu kesempatan emas telah dilewatkan oleh mereka-mereka ini. Karena dengan menolak Dede, mereka tanpa sadar juga telah menolak salah satu sisi dalam diri mereka.


(Penulis: Dr. Soe Tjen Marching, penasihat sekolah Mandala di Surabaya.)

Tips untuk berpresentasi

Agustus 8, 2008

Pastikan anda mengetahui kebutuhan dari audiens anda. Kuasai materi
presentasi anda. Bicaralah dengan terurut dan selalu melatih cara bicara
anda dirumah didepan cermin. Tidak ada salahnya anda mencoba untuk merekam
presentasi anda dalam tape maupun handycam untuk mempelajarinya sehingga
memperbaiki cara presentasi anda.

Ketika anda berbicara didepan audiens, maka anda menjadi aktor diatas
panggung. Bagaimana anda penampilan karakter anda menjadi sangat penting.
Berpakaianlah sesuai dengan situasi yang anda hadapin. Munculkan kesan
antusias, ramah, tenang, percaya diri dan jangan terlihat sombong. Usahakan
serileks mungkin walaupun anda nervous. Berbicaralah dengan ritme yang
tepat, jelas dan tunjukan bahwa anda menjiwai topik yang anda bawakan. Tidak
ada salahnya anda memastikan bahwa audiens yang berada pada posisi yang
terjauh dari anda dapat mendengar suara anda dengan jelas. Variasikan suara
nada dan dramatisasikan apabila diperlukan.

Bahasa tubuh menjadi sangat penting. Cara anda berdiri, berjalan ataupun
bergerak harus disesuaikan dengan gesture tangan dan ekspressi wajah.
Apalagi jika anda melakukan presentasi dengan membaca teks bahasa tubuh
menjadi lebih penting lagi. Jika memungkinkan hindari cara presentasi dengan
membaca teks, tidak ada salahnya anda menggunakan perlengkapan power point.
Usahakan hindari presentasi dengan text yang panjang dan audiens “dipaksa”
untuk membacanya.

Berbicaralah dengan penuh keyakinan terhadap yang apa yang anda bicarakan.
Pengaruhilah audiens anda secara efektif. Hindari membaca dari catatan,
jika anda melakukan kesalahan, perbaiki dan segera lanjutkan. Tidak
dianjurkan bagi anda untuk memohon maaf atas kesalahan tadi. Tatap mata
audiens semua audiens anda, anda dapat menggunakan metode 3 detik untuk
menatap audiens anda untuk memastikan audiens anda memperhatikan anda dengan
seksama. Sapalah audiens anda, dengarkan pertanyaan mereka, responslah
reaksi mereka, sesuaikan dan adaptasi adalah kata kunci. Ingat komunikasi
adalah kunci dalam komunikasi

Gunakan teknik “pause”, teknik ini penting untuk audiens dan juga kamu untuk
merefleksikan dan berfikir terhadap apa yang telah disampaikan. Jangan
biarkan anda membiarkan presentasi berjalan begitu cepat sehingga tidak
dapat diikuti audiens. Gunakan humor jika dimungkinkan, kadangkala teknik
ini bermanfaat untuk menjaga audiens tetap fokus pada saat presentasi.

Terakhir jangan lupa untuk menyampaikan presentasi secara terurut mulai dari
pengenalan, fokus presentasi dan konklusi. Selamat berpresentasi.

(disadur dari berbagai sumber)

Baca2 milis eh ada yang ngirimin mail, yang ceritanya ougggh lumayan untuk buat kita open minded,,,so disini aku share aja apa seh isinya, ya mungkin dari khalayak ada yang udah tau banyak, tapi ga ada salahnya kan untuk kita berbagi. yang tau bisa ngembangin yang ga tau jadi tau. Hehehehehe :-)

KISAH KERTAS LEKAT CATATAN ” POST-IT “
Arthur Fry sering kehilangan catatan kerja. Pekerjaannya amat tidak teratur sehingga catatan yang di tulisnya sendiri tidak dapat diingat. Pada suatu hari dia mendapati bahwa perusahaan tempat kerjanya – 3M – telah menciptakan sejenis lem tetapi sayangnya tidak dapat melekat dengan baik. Dengan kata lain, lem gagal berfungsi.

Lem tersebut hanya dapat menempel pada sehelai kertas saja dan mudah tanggal. Rupanya itulah yang di perlukan Fry supaya catatan lebih tersusun rapi. Dia kemudian mendapat sebuah ide dan mengemukakannya kepada pihak manajemen. Produk ini dinamai Post-it. Untuk idenya itu, ia menerima royalti satu persen dari setiap penjualan Post-it sepanjang hayat. Setiap tahun, hasil penjualan yang di edarkan oleh 3M adalah lebih dari US$100 juta. Oleh karena itu, Arthur Fry menerima US$1 juta setiap tahun.

KISAH NOVEL THE SCARLET LETTER
Ketika ada pergantian jabatan di pejabat Kastam Boston, Massachusetts, Nathaniel Hawthorne yang bekerja di situ diberhentikan. Malam itu ia pulang ke rumah dengan penuh rasa kecewa dan sakit hati. Dia bimbang, bagaimana keluarganya, terutama istri, akan menerima berita tersebut. Sebaliknya, istri Nathaniel Hawthorne tidak berkata apa-apa ketika berita itu disampaikan kepadanya. Istrinya Cuma mengambil sebatang pen dan sebotol tinta lalu meletakkannya di atas meja di depan Nathaniel Hawthorne. Dia lalu menyalakan api penerang dan merangkul Nathaniel Hawthorne dengan penuh kemesraan seraya berkata ” Abang sekarang tentunya punya waktu untuk menulis buku. ” Nathaniel Hawthorne mendapat semangat baru dari motivasi dan dorongan istrinya. Nathaniel Hawthorne kemudian terus menulis dan menghasilkan sebuah novel yang termashur di seluruh dunia, berjudul The Scarlet Letter.

KISAH UNITED PARCEL SERVICE
James E. Casey, penggagas UPS (United Parcel Service) terpaksa berhenti sekolah ketika berusia 11 tahun guna membantu keluarganya karena ayahnya tidak sehat. Pekerjaan pertama yang diperoleh adalah mengantar pembungkus ke sebuah gudang serba ada dengan gaji bulan sebesar US$2,50. Selain itu, dia juga bekerja sebagai pengantar telegraf di perusahaan telegraf. Ketika beusia 15 tahun, James E.Casey dan 2 orang rekannya yang bekerja sebagai pengantar telegraf memulai usaha sendiri yang kemudian teryata menjadi berhasil. Dari pengantar berjalan kaki, naik sepeda, dan sepeda motor, ia berkembang menggunakan truk. Saat ini, United Parcel Service mempunyai lebih dari 340.00 karyawan di seluruh dunia dengan omset per tahun lebih dari US$22 milyar.

KISAH HOTEL HILTON
Conrad Nicholson Hilton – anak kedua dari 8 orang kakak beradik dilahirkan pada tahun 1887 di San Antonio, wilayah Meksiko. Ayahnya seorang pendatang dari Norway, seorang yang tekun barusaha tetapi telah mengalami beberapa kerugian dalam bisnis. Bisnis utamanya adalah sebuah toko kelontong. Keuntungan yang di peroleh memungkinkan mereka membangun sebuah rumah besar dengan beberapa kamar. Semasa resesi pada tahun 1907, uang sulit di peroleh. Dengan uang simpanan, Conrad pergi ke stasiun kereta api untuk mengiklankan bisnisnya. Dengan tarif US $ 1 para penginap diberikan layanan ramah dengan sebuah kamar yang bersih dan hidangan makanan yang di masak oleh Nyonya Mary Hilton ( ibunya ). Akhirnya Conrad sukses mengelola hotelnya sendiri dan selepas era resesi ekonomi, Hilton terus terlibat dalam bisnis apa saja yang bisa diceburi, membangun jaringan Hotel Hilton sehingga menjadi sebuah organisasi yang dihormati dalam memberikan layanan ramah dan paling baik
di dunia.

KISAH KFC (KENTUCKY FRIED CHIKEN)
Kolonel Harland D. Sanders lahir pada tahun 1890 di sebuah ladang yang berdekatan dengan Hendryville, Indiana. Ayahnya meninggal ketika ia berusia enam tahun. Itu menyebabkan ibunya harus bekerja sebagai tukang jahit baju sedangkan ia juga terpaksa menjaga adik – adiknya yang masih kecil. Pada saat itulah ibunya mengajarkan seni masakan daerah.
Tidak berapa lama setelah ibunya kimpoi lagi, Harland D. Sanders yang pada saat itu berusia 12 tahun telah berhenti sekolah. Dia keluar rumah untuk mulai bekerja. Di antara pekerjaan awalnya termasuk bertani, penyelia pekerjaan landasan kereta api, kondektur, penjual asuransi, masinis, kapal uap, dan masih banyak lagi. Akhirnya, Harland D. Sanders membuka sebuah terminal layanan yang sukses di mana dia menyediakan masakan istimewa kepada para pelanggan – ayam goreng, semeja 6 orang.

Nampaknya nasib malang merupakan teman setia Sanders. Pada tahun 1939, bisnisnya terpuruk dan nyaris bangkrut. Tanpa rasa putus asa, Sanders mendirikan sebuah restoran dan motel dengan gaya baru. Siapa pun yang ingin mengunakan telepon umum atau hendak ke toilet wanita harus melalui replika kamar motelnya yang terdapat di situ. Iklan ini sukses untuk mengembangkan bisnis motelnya. Ketika pendapatan yang di peroleh agak bagus, satu masalah lain muncul. Ada jalan raya baru yang membuat semua pelanggan lebih suka lewat jalan baru itu sehingah tidak melewati motelnya. Tingkat hunian motel mulai merosot, dan Sanders melelang semua bisnisnya. Namun hasil jualannya hanya cukup untuk membayar hutang yang ada.

Meski Harland D. Sanders sudah berusia 66 tahun ketika itu, ia tidak mempunyai apa-apa yang dapat dibanggakan. Dengan hidup di bawah tanggungan dinas sosial, Sanders berencana mencari segmen pasar baru yang sesuai. Satu-satunya harta paling bernilai yang dimilikinya adalah resep rahasia yang diberi nama “ayam goreng kentucky”. Menjelang tahun 1956, Sanders telah berhasil meyakinkan belasan restoran guna memasak dan menjual ayam goreng Kentucky; dan memberinya US 4 sen sebagai royalti untuk setiap potong ayam goreng yang terjual. Gembira dengan kesuksesan yang di peroleh, Sanders lalu memuati mobil pikap model 1946 miliknya dengan 50 resep ramuan bumbu dan sebuah periuk untuk ditawarkan kepada beberapa orang yang mau membeli waralaba resepnya. Menjelang tahun 1960, sebanyak 400 buah restoran di Amerika dan Kanada telah meyediakan ayam goreng Kentucky. Dalam waktu 4 tahun, jumlah tempat jualan ayam goreng Kentucky telah meningkat menjadi 650 restoran
dengan omset penjualan per tahun bernilai US$37 juta. Saat ini terdapat hampir 10.000 restoran ayam goreng kentucky di seluruh dunia dengan lebih dari 200.000 karyawan dan omset penjualan per tahun lebih dari US$8.2 milyar..

SI BUDAK FRED DOUGLAS
Fred Douglas benar-benar memulai hidupnya tanpa apa-apa. Bahkan dirinya bukan lagi miliknya pada saat masih dalam kandungan ibunya. Sebagai anak budak belian, ia sudah dijadikan jaminan untuk melunasi hutang majikan orang tuanya. Ia jarang bertemu ibunya kecuali pada malam hari dimana ibunya harus berjalan sejauh dua belas kilometer hanya untuk bertemu anaknya selama satu jam. Ia tidak mempunyai kesempatan belajar, karena pada jaman itu, para budak belian tidak diperbolehkan belajar menulis dan embaca. Namun, tanpa diketahui siapa pun, ia belajar membaca dan menulis. Dalam waktu singkat, ia sudah membuat malu teman-temannya yang berkulit putih dalam hal pelajaran.

Pada usia 21 tahun, ia melarikan diri dari perbudakan dan bekerja sebagai seorang pesuruh di New York dan New Bedford. Di Nantucket, ia berpidato, mendesak dihapuskannya perbudakan. Kesan yang ditimbulkannya sedemikian baik sehingga ia diangkat menjadi agen Lembaga Anti Perbudakan di Massachussetts. Sementara ia berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya untuk memberikan ceramah, ia tetap belajar. Ia kemudian dikirim ke Eropa untuk berpidato dan menjalin persahabatan dengan beberapa orang Inggris yang kemudian memberinya 750 dolar untuk menebus kebebasannya sebagai seorang budak. Ia menerbitkan surat kabar di Rochester dan kelak memimpin New Era di Washington. Bertahun-tahun lamanya ia menjadi kepada District of Columbia dan bisa menandingi setiap orang kulit putih mana pun. Apakah keadaan Anda lebih buruk dari Fred Douglas pada waktu dilahirkan?

KISAH MICHAEL FARADAY
Di atas sebuah kandang kuda di London menetap seorang pemuda melarat, Michael Faraday, yang tujuh tahun lamanya menjadi tukang jilid dan penjual buku. Suatu hari, ketika ia sedang menjilid Encyclopedia Brittanica, perhatiannya tertarik pada karangan tentang listrik dan ia membacanya sampai habis. Ia membeli botol kecil, panci tua, dan alat-alat sederhana lainnya untuk melakukan percobaan-percobaan .
Salah seorang pembeli buku menaruh perhatian pada pemuda itu dan mengajak ia mendengarkan ceramah tentang ilmu kimia oleh Sir Humphry Davy. Faraday mengumpulkan semua keberaniannya dan menulis sepucuk surat kepada sarjana besar itu.
Pada suatu malam, sebelum Michael tidur, kereta Sir Humphry berhenti di depan rumahnya yang reyot itu. Seorang kurir memberikan undangan kepada Faraday untuk berkunjung ke rumah sarjana itu. Michael hampir-hampir tidak mempercayai hal itu. Esoknya, ia menerima usul Sir Humphry Davy dan bekerja pada ahli kimia itu. Ia membersihkan alat-alat laboratorium dan membawanya ke ruang kuliah.
Dengan penuh minat dan perhatian, ia mengikuti semua gerak-gerik Davy saat yang disebut terakhir itu mengenakan topeng kaca dan mengadakan percobaan-percobaan berbahaya dengan zat-zat yang bisa meletus. Michael pun dengan rajin belajar dan melakukan percobaan-percobaan .
Tak lama kemudian, pemuda miskin ini diminta untuk memberikan ceramah di depan Lembaga Ilmu Alam Inggris dan diangkat menjadi profesor di Akademi Kerajaan di Woolwich. Ia menjadi ahli ilmu alam terbesar di jamannya. Apabila ada orang yang bertanya kepada Sir Humphry Davy, apakah penemuannya yang terbesar, maka jawabannya adalah: Michael Faraday.

“MEREKA YANG BERHASIL ADALAH YANG MAMPU MEMBUAT SEBUAH PONDASI YANG KOKOH DARI BATU BATA YANG DILEMPARKAN OLEH ORANG LAIN KEPADANYA”.

A Women

Juni 11, 2008

Wanita Cantik
Seorang anak laki-laki kecil bertanya
kepada ibunya “Mengapa engkau menangis?”
“Karena aku seorang wanita”, kata sang ibu kepadanya.
“Aku tidak mengerti”, kata anak itu.
Ibunya hanya memeluknya dan berkata,
“Dan kau tak akan pernah mengerti” Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya,

“Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?”
“Semua wanita menangis tanpa alasan”, hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.
Anak laki-laki kecil itu pun lalu tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa, tetap ingin tahu mengapa wanita menangis. Akhirnya ia menghubungi Tuhan, dan ia bertanya,

“Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis?”
Tuhan berkata:
“Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang
istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun,
harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan “
“Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima
penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya “
“Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain
menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh”
“Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan,
bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya “
“Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan
melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya”

Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik
takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan
ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu”
“Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk diteteskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan kapan pun ia butuhkan.”

Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, sosok yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya.”
“Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya -
tempat dimana cinta itu ada.”

Karena setiap
Wanita itu Cantik.

Untuk sehari-hari

Juni 10, 2008

Dalam kehidupan kita sehari-hari kadang kita sering kali tidak ato mengesampingkan hal ini, yaitu bagaimana sich sebenarnya cara komunikasi dengan lawan bicara yang baik dan benar. Setelah buka2 mail ada juga dari sumber yang mengirimkan tulisannya yaitu tetang gimana cara efekti berkomunikasi. Untuk nambah2 nich sedikit aku cuplikin artikelnya,,,moga ja bermanfaat bagi kita semua.

7 Cara efektif dalam berkomunikasi
1. Hindari kesan memaksa
Ketika kita berkomunikasi hindari kalimat : “Kamu harus……” baiknya diganti
dengan “Sebaiknya kamu…….” atau ”Maukah kamu……”


2.Fokus kepada solusi bukan masalah
Ketika berkomunikasi fokuskan kepada hal yang menjadi solusi bukan masalah.
Contoh : Ketika makanan di rumah habis, tidaklah efektif jika kita berkata
”Aduh Lapar banget……” lebih baik kita berkata ”Yuuk, beli makanan di
luar……”

3.Ubah ”kata tidak bisa ” menjadi ”bisa”
Ketika kita diminta untuk mengadakan pertemuan, lebih baik anda mengatakan
”Kita bisa mengadakan pertemuannya minggu depan” daripada berkata ”Kita
tidak bisa ketemuan sampai minggu depan” walaupun dua kalimat dengan arti
yang sama tapi estetikanya berbeda.


4.Ambil tanggung jawab dan jangan menyalahkan
Hindari kalimat ” Ini bukan salahku” lebih baik ganti dengan kalimat ” Apa
yang bisa saya lakukan untuk memperbaikinya”


5.Katakan apa yang anda inginkan bukan yang tidak anda inginkan
Jika anda tidak ingin seseorang menyetir ngebut, lebih baik berkata ”Tolong
bawa mobilnya hati-hati” daripada anda berkata ”Jangan bawa mobilnya terlalu
kencang”

6.Fokus pada masa depan bukan masa lalu
Jika ada kesalahan teman anda daripada anda berkata “ Saya sudah bilangsebelumnya…..” lebih baik diganti dengan ” Mulai sekarang, kita………”


7.Bagikan informasi bukan argumen
Hindari kalimat, ”Tidak, kamu salah……” lebih baik diganti dengan ”Saya
ingin sepeti ini…….”


Selamat mencoba dan rsakan nikmatnya berkomunikasi…

(disadur dari berbagai sumber)

Dah dibacakan, moga bermanfaat untuk diimplementasikan,,,jangan lupa leave comment yach?! Good Luck for u all.

Gbu

Perlu dipahami

Mei 22, 2008

Orang bodoh vs Orang Pintar

Kita sering bertanya2,,,apa sich beda antara orang pinter n orang bodoh??? trus gimana jadi orang pinter??? ato meskipun bodoh tapi kita bisa “bejo”??? ato malah kita pengen untuk jadi orang pinter yang sekaligus “bejo”. Kayaknya seru juga neh untuk sekedar refresh kita baca bareng2 celotehan berikut,,, enjoy ^_^

Ada sesuatu yang menarik, ketika berdiskusi dengan mereka-mereka pelaku bisnis di Marketing Leadership Club, tentang orang bodoh dan orang pinter. Kira-kira kita termasuk kategori yang mana ya? Coba kita telaah beberapa statemen ringan ini:
Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya dibisnis. Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang Pintar. Walhasil Bosnya orang pintar adalah orang bodoh.
Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah. Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.
Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mendapatkan kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.
Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato, maka disuruh orang pintar untuk membuatnya.
Orang Bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH) oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.
Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan, sementara itu orang pintar percaya. Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh. Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada diatas.
Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu di dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar, walhasil orang orang pintar menjadi staffnya orang bodoh.
Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang-orang pintar yang berkerja. Tapi orang-orang pintar DEMO, Walhasil orang-orang pintar meratap-ratap” kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.
Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.
Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit. Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.
Bill gate (Microsoft), Dell, Hendri (Ford), Thomas Alfa Edison, Tommy Suharto, Liem Siu Liong (BCA group). Adalah orang-orang Bodoh (tidak pernah dapat S1) yang kaya. Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka. Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.Jack Febrian — Dosen dan Praktisi Teknologi Informasi di Bandung. Telah menulis beberapa buku, diantaranya Menggunakan Internet, Kamus Komputer dan Teknologi Informasi, Menjelajah Dunia dengan Google, Tentang Pendidikan Tinggi di Indonesia, dll..

^_^ HoL1d4y

Mei 13, 2008

Hhm,,, akhirnya impianku terwujud juga untuk liburan. Setelah 1 bulan lalu pikiran n hati ini terasa penat,,, Bayangi ja dalam 1 bulan kmaren kita2 para mahasiswa STMIK AUB Surakarta mau ga mau harus melaksanakan UTS n UAS tp ga kebayang sama sekali ma kita2 kalo renggang waktu antara UTS dengan UAS itu cuma 1 mingu (OMG,,,, baru kali ni pikiran terkuras habis utk ujian,,,n ujian,,?!).Tapi tak apalah toh selama UTS maupun UAS ga buat kita patah semangat ngejalaninnya, toh memang itu bagian dari perkuliahan ya meskipun waktu n pemadatanlah yang membuat kita merasa “tergodog” :D .

Lepas dari semua itu, sebelumnya akupun sudah merencanakan liburan utk me-refresh-kan pikiran, ya meskipun liburan dari kampus gada. Tapi,,,, tadinya juga sempet bingung sich mau ngajak liburan sapa??? Hehehehehe :D , kata temenku,,,,

Yay : “Vy, km kan punya cowok napa ga ngajak cowokmu aja?”

Aku : “pengennya sich gitu Yay, tp aku ga enak coz kadang dia ada panggilan kerja yang mendadak meskipun harinya pas hari libur.”

Yay : “Lho itukan lom kamu tanyain ma dia.”

Aku : “Mang lom sich”

Yay : “So, lebih baik kan ngomong dulu, kamu tanya baik2 ”

Akhirnya 2hari sebelum hari H aku tanya ma “maz”, n akhirnya dia free utk hari Minggu. Ough betapa senangnya aku. N ga taunya dia memang udah ngerencanain kalo mo ngajak aku liburan,,,, Soo, menjadi dua kali lipat rasa senengku (Hik,hik,hik :D ).

Hari H pun tiba Akhirnya tepat pada hari Minggu tanggal 11 Mei 2008 aku mewujudkan itu semua yaitu liburan. Tujuanku utk liburan adalah ke pantai, ternyata sang “maz” pun setuju. To the point, Minggu tanggal 11 Mei 2008 jam 8.30 aku kerumah “maz”, setelah 2jam siap2 akhirnya kita mulai tancap gas Mio menuju pantai Baron Yogyakarta. Fhyuhhh,,, gatau kenapa saking semangatnya dari rumah sampe pantai Baron aku yang nyupir sehingga waktu 3jam selama diperjalanan tidak terasa (mantap kau Vy,,,:D).kenapa bisa sampe 3jam perjalanan?Ya karena mang kita santai berangkatnya ditambah tanya2 rute ke pantai Baron (Hik,,hik,,,hikk :D ).

pantai Baron

Akhirnya jam setengah 2 sampe diBaron, saat itulah aku perkenankan “maz” utk sholat dzuhur dulu, setelah sholat cacing di perutpun mulai demo, ya gitu dech laperrrr,,,ga pake mikir2 kita langsung cari warung makan, sebelum ke pantainya kita berdua makan nasi soto di warung makan sekitar pantai. Agak mengecewakan nich, coz sotonya kurang Siipp n kurang mantap , ya karena perut dah kelaperan so ga pake mikir gimana rasa sotonya Hehehehe :D . abis makan kita langsung masuk ketempat wisata. “Ough Baron Beach i’m coming” kataku seraya menghampiri deburan ombak :D . Selama di Baron Beach aku n “maz” banyak bgt action, ya gitu dech modal camera digital (tp pinjeman, hehehe :D ) kitapun jeprat-jepret semau kita n dengan gaya apapun sebagai ekspresi kita berdua. Setelah jeprat-jepret di area pantai, akhirnya kita menepi ke tempat perahu2 terdampar, disitupun kita juga menampilkan action kita :D . sambil ngobrol2 ma “maz” akupun tanya,,,

Aku : Maz Baron ma Parangtritis bagus mana?

Maz : Ya bagusan Parangtritis.

Aku : Kalo dari sini jauh ga kesana?

Maz : Ya jauh lah dek,,,

Akupun sedikit mikir n bertanya2 kira2 mau pa ga kalo aku ajak kesana? , krn pas aku tanya jam menunjukkan pukul 3.20siang. aku juga ga tau sich “maz” mau ato ga??? Coz pas aku tanya ekspresi wajahnya kayak capek gitu . Tanpa piker panjang aku pun ngomong ma dia,,,

Aku : Maz kalo keparantritis sekarang mau ga?

Mas : Dek, parangtritis tu jauh lho bisa 2jam dari Baron.Mang kenapa tho disini?

Aku : Aku kurang sreg aja, ya meskipun udah buat aku seneng tp pantainya kurang siipp buat aku. Trus aku juga pengen liat “sunset” di Paris (red.Parangtritis :D ).

Tapi anehnya “maz” tuh cuma diem aja, so kan buat aku bingung bahkan ngerasa bersalah jangan2 ga mau karena “maz” pasti capek. Tau kenapa akhirnya “maz” mau juga nganter aku ke Paris,,Hehehehehehe :D . abis ngobrol2 n sholat azhar, jam setengah 4 pun aku tancap gas lagi menuju ke paris, lagi2 aku yang bawa nyupir, krn aku kasian ma “maz” pasti dia capek. Setelah satu jam setengah tepat jam jam 5 kurang 10 menit kitapun sampe di paris (OMG,,, it’s so beautiful beach), melihat dan mendengar deburan ombaknya, merasakan angin yang sepoi2, n merasakan siraman matahari yang langsung menembus kulit, semua itu terasa menentramkan jiwa :D ( Ough, Thank’s GOD for Your blessing).

Ga jauh beda dengan di Baron sebelumnya. Aku n “maz” ga mau ketinggalan mengabadikan moment di Paris dengan “sunset”nya, akhirnya kita berdua jeprat-jepret lagi sesuka kita. Hhmm seneng bgt rasanya bisa interaksi dengan alam secara langsung, beda bgt antara mantengin computer tiap hari dgn moment saat itu :D .

Ga terasa “sunset”pun mulai tak terlihat dan berganti dengan malam. Sebelum pulang aku n “maz” makan jagung bakar di tepi pantai,,,Uugh uenak banget dingin2 makan yang anget2 dengan penerang lampu petromax sambil denger deburan ombak yang semakin mengamuk seraya akan menandakan pasang. Abis makan jagung bakar kita langsung pulang karena ga bisa dipungkiri kalo seharian itu memang sangat cuapek puol,,,:D

Sebelum sampe rumah, karena badan capek n pegel2 semua “maz” ngajak aku beli jamu (Hik,,,hik,,,hik,,, kaya apaan aja?! :D ),padahal aku ganah minum jamu bubuk sama sekali, aku piker pahit, tp ternyata enak juga hhehehehehe :D . abis minum jamu, krn cacing perut dah pada demo lagi akhirnya kita berdua belok ke warung makan lesehan. Langsung dech kita menyantab masing2 1 porsi ayam goreng. Abis makan baru dech kita go home. Sampe dirumah langsung aku rebus aer hangat buat mandi,,Uugh rasa enak bgt dech capek2 abis tu mandi pake aer hangat, abis mandi mata dah kuat utk melek akhirnya tidur dech. Merehatkan badan setelah seharian bermain2 dengan deburan ombak.

Sooo,,,terpuaskan sudah diriku meluangkan waktu utk liburan, n liburan kali ini ma orang yang special (Hehehehehehe :D ). berharap ga utk saat ini aja, aku masih terus bermimpi utk jelajah kepantai2 yang ada di sekitar Jogja,,Amien 3x.

Oh Anak,,,

Maret 19, 2008

Satu per satu anakku, setelah menikah, pergi meninggalkanku. Sementara aku, sejak suamiku meninggal tiga bulan lalu, tetap tinggal di rumah besar kami di Tebet bersama dua orang perempuan yang sudah 22 tahun bekerja padaku, seorang sopir sekaligus tukang kebun, serta seorang keponakan suamiku yang kedua orangtuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan pesawat terbang.

Suamiku sudah menyiapkan rumah untuk anak-anak kami, yang disewakannya kepada orang-orang. Setelah mereka menikah barulah ia memberikan kunci rumah-rumah itu. Ia membelinya saat memiliki jabatan tinggi di sebuah departemen dan memperoleh ‘uang lain-lain’ dari orang-orang yang mengharapkan langkahnya tidak terhalang sebutir kerikilpun. Ia melakukannya karena ingin anak-anaknya mengenang dia sebagai ayah yang bertanggung jawab.

Suamiku meninggal akibat gagal jantung setelah 12 tahun pensiun. Sehari sebelumnya ia sempat berbicara kepadaku, telah merasa lengkap menjadi ayah karena melihat semua kejadian terhadap anak-anaknya: lahir, besar, bersekolah, menyelesaikan pendidikan hingga perguruan tinggi, bekerja, menikah, tinggal di rumah-rumah yang diberikannya, dan memiliki anak. Ia dimakamkan di sebuah pemakaman luas sesuai yang pernah ia pesankan.

Hingga kini aku merasa ia masih ada di dalam rumah kami. Menjelang jam tujuh pagi, lima sore, sembilan malam, aku masih selalu pergi ke dapur, membuatkan secangkir teh manis untuknya. Anakku yang nomor satu rupanya mendapat cerita ini dari keponakan suamiku yang tinggal bersamaku. Maka tadi sore ia datang dan meminta aku tinggal di rumah besarnya di Ciputat.

Berkali-kali aku menolak, tentu karena aku merasa kasihan pada mendiang suamiku, tapi ia tetap berkeras seperti ayahnya. Ia mengatakan akan lebih mudah baginya untuk memantau dan mengurusku jika aku tinggal bersamanya. “Di kamar besar yang lain Mama bisa meletakkan semua buku milik Mama. Kalau tetap di sini Mama akan terus bersedih. Biarlah rumah ini Suci yang menjaga dan mengurusnya bersama Mbak Tar, Mbak Mi dan Bang Ali.” Akhirnya aku menyetujui saja.

Malam hari aku sering menangis mengingat suamiku. Sementara anak-anakku, selama dua bulan aku di sini, tidak pernah ada yang datang. Dan anakku yang nomor satu jarang sekali bertemu denganku. Ia pergi pagi ketika aku masih mengaji di kamar, dan pulang begitu malam ketika aku sudah tertidur. Dalam seminggu mungkin aku hanya bertemu dengannya dua atau tiga kali. Bahkan bisa tidak sama sekali.

Aku sering mengingat masa ketika mereka kecil. Waktu itu setiap hari aku bisa bertemu mereka. Lalu ketika mereka masuk perguruan tinggi dan bekerja, aku pun mulai jarang bertemu. Lalu ketika mereka menikah dan tinggal di rumah-rumah yang diberikan suamiku, memiliki anak dan sibuk dengan istri atau suaminya, aku sudah tidak banyak berharap mereka akan mudah kutemui.

Sekarang apa yang aku dapat? Sebuah senyuman dan sapaan setiap pagi hari pun tidak. Terlebih kata terima kasih atas jerih-payahku melahirkan, mendidik, membesarkan, dan menyenangkan mereka. Aku tidak bermaksud meminta balasan. Tetapi bagaimanapun menurutku mereka seharusnya tahu diri dan tahu berterimakasih. Padahal sejak mereka kecil aku dan suamiku selalu mengajarkan untuk tidak melupakan kebaikan seseorang.

Anakku yang nomor satu, hari ini memutuskan mengirimku ke sebuah panti jompo, setelah istri dan ketiga anaknya sering mengeluhkan aku yang selalu menangis tengah malam ketika aku teringat suamiku, karena katanya mengganggu tidur mereka. Dua minggu lalu ia mengundang adik-adiknya datang. Ketika semua berkumpul, kecuali anakku yang nomor empat yang tinggal di Australia, ia memberitahukan keinginannya. “Lagipula Mama tidak mungkin kita biarkan kembali ke Tebet. Terlalu banyak kenangan tentang Papa di sana yang bisa membuat Mama sedih.” Dua bulan lagi umurku 68 tahun.

Setelah satu tahun aku di tinggal sini, hanya Lebaran lalu saja anak-anakku datang. Sementara si Tar, si Mi, si Ali, serta keponakan suamiku yang pernah delapan tahun tinggal bersamaku, hampir setiap akhir pekan menjengukku.

Hari itu semua anakku datang bersama suami, istri, dan anak-anak mereka. Hanya yang nomor empat tidak datang, karena katanya uang jutaan rupiah untuk membeli tiket pesawat bagi tiga orang ke Jakarta lebih baik disimpannya di bank. Ia hanya mengirim kartu Lebaran disertai tulisan dan tanda tangannya.

Sedangkan cucu pertamaku memilih pergi ke rumah kekasihnya. Katanya karena ia segan. Ingat, segan. Segan bertemu neneknya. Padahal dahulu aku yang sering membersihkan kotorannya dan mengganti popok bila ia datang ke rumahku bersama orangtuanya. Lalu hingga kini tidak pernah lagi mereka datang.

Hanya anakku yang nomor satu yang selalu mengirim ini dan itu kepadaku, biasanya berupa buku-buku terbaru psikologi, filsafat, sejarah, sastra, agama, sosial, seni, budaya, tentu saja, melalui sopirnya.

Setiap pukul 04.30 aku bangun, mandi dengan air hangat yang keluar dari pancuran di bath-tub, sholat subuh, dan mengaji. Di sini kami seperti di rumah sendiri. Bangun jam berapa saja kami berkeinginan. Sarapan dan makan pun bebas memilih. Anak-anak telah membayar sangat tinggi untuk menitipkanku di sini. Aku jadi teringat masa ketika indekos ketika aku belajar psikologi. Hanya kini aku tidak tinggal bersama gadis-gadis cantik dan tidak untuk menuntut ilmu apa-apa. Hanya menunggu ajal.

Tepat pukul 06.00 kami yang sudah bangun dianjurkan berkumpul di halaman depan untuk berolahraga. Cukup tiga puluh menit sekadar untuk meregangkan otot-otot tua kami. Setelah itu kami diminta untuk membersihkan diri, mandi pagi lagi kalau mau. Pukul 08.00 biasanya kami akan berkumpul di ruang makan untuk sarapan. Mereka yang bangun terlambat dan tidak ingin berolahraga dan tidak ingin sarapan di ruang makan, bisa meminta petugas mengantarkan sarapannya ke kamar.

Setelah itu hingga pukul 16.00 kami dipersilakan melakukan kegiatan apa saja sesuai keinginan: merajut, melukis, menulis surat untuk anak-anak kami, bermain catur, berkebun, membaca, menonton TV, mendengar radio, berbincang-bincang dengan teman-teman lain, atau tidur siang. Dan setiap pukul 16.30 kami biasanya akan duduk-duduk di teras panti sambil menikmati secangkir teh manis dan kue-kue kecil.

Setelah itu kami diminta untuk mandi sore. Pukul 19.00 kami kembali berkumpul di ruang makan. Malam ini aku menikmati segelas air teh manis hangat, nasi putih, perkedel kentang, dan semur ikan bandeng dengan kuah kental kesukaanku. Hari ini tepat tiga tahun aku masuk panti.

Aku, karena sejak muda mempunyai kegemaran membaca, setiap hari selalu hanya membaca. Apa saja aku baca. Majalah berita, koran pagi, tabloid perempuan, dan majalah perempuan yang dilanggani panti, tidak pernah kulewatkan, juga buku-buku di perpustakaan. Selama lima tahun di sini, aku sudah membaca semua buku yang ada di sana, dan tentu saja puluhan lainnya kiriman anakku yang nomor satu.

Hari ini aku membaca sebuah buku filsafat. Sudah dua hari aku membacanya, dan tampaknya hari ini pun belum akan selesai. Padahal ketika muda dahulu satu buku tebal kubaca hanya dalam waktu satu hari, dan buku sedang cukup setengah hari saja. Setelah tua aku menjadi mudah letih dan mengantuk. Kemarin aku sulit sekali meneruskan buku itu. Aku tiba-tiba saja kembali memikirkan suamiku dan juga umurku yang sudah semakin tua. Aku tahu aku tidak akan lama lagi di sini. Teman-teman sebayaku semasa di perguruan tinggi, sudah banyak yang tiada.

Dulu aku memiliki ratusan buku yang kubeli sejak umurku belasan tahun. Sebelum tinggal di sini, aku ingat jumlahnya sekitar 524 buah. Tersimpan rapi di perpustakaan pribadi di rumahku. Aku percaya anakku yang nomor tujuh akan menjaga buku-buku itu. Kebetulan ia mempunyai kegemaran yang sama denganku, meski sebenarnya keenam anakku yang lain, serta suamiku, juga memiliki kegemaran yang sama. Hanya saja karena ia yang paling banyak menghabiskan waktu bersamaku maka aku percaya ia akan menjaganya. Ketika masih tinggal bersamaku hampir setiap awal bulan ia menemaniku pergi ke toko buku, membeli buku-buku kegemaranku. Kebetulan aku paling menyukai buku psikologi, karena ilmu itulah yang mampu membuatku tertarik masuk ke sebuah fakultas hingga menyelesaikannya.

Tetapi sudah sepuluh tahun ini aku tidak melakukannya. Meski berkeinginan, namun semuanya kini hanya ada di dalam angan-angan dan kenangan-kenanganku. Untunglah anakku yang nomor satu selalu mengirimkan buku-buku kegemaranku terbaru. Jadi aku tidak terlalu mengharapkan buku-buku di perpustakaan panti yang hanya beberapa puluh saja. Ketika minggu kedua tinggal di sini pernah kutanyakan kepada petugas, mereka hanya menjawab, “Uang panti tidak cukup, Nyonya.”

“Bukankah anak-anak kami sudah membayar sangat tinggi untuk menitipkan kami di sini? Jadi bagaimana mungkin tidak cukup?”
“Saya hanya petugas, Nyonya. Urusan uang ketua yayasan yang mengatur. Lagipula Bapak pernah mengatakan orang-orang tua di sini tidak terlalu suka membaca.”
“Begitu? Bagaimana dia tahu?”
“Bapak memang jarang datang ke sini, Nyonya. Maklumlah usaha Bapak tidak hanya panti ini.”
“Saya punya banyak buku di rumah. Boleh saya menyumbangkannya?”
“Dengan senang hati, Nyonya. Dengan senang hati.”

Tetapi ternyata anakku yang nomor tujuh tidak memperbolehkannya. Di telepon ia mengatakan buku-buku itu terlalu berharga karena ada yang sudah berumur puluhan tahun dan sudah tidak beredar di pasaran. Ketika kukatakan buku-buku itu akan lebih berharga jika dibaca orang lain, ia tetap tidak memperbolehkannya. Katanya karena ia membaca pula buku-buku itu. “Lagipula anggaplah sebagai warisan yang Mama berikan untukku.” Anak-anakku, mereka tidak pernah puas hanya menerima.

Dua hari lalu umurku 79 tahun. Aku tahu tidak akan lama lagi di sini. Hingga malam, ketujuh anakku tidak ada satu pun datang atau sekedar menelepon. Hanya datang si Tar, si Mi, si Ali, serta keponakan suamiku yang pernah delapan tahun tinggal bersamaku.

Baru hari ini anakku yang nomor satu mengirim kado berisi selimut tebal dan kartu ucapan buatan pabrik. Kado itu diantar seorang sopirnya.

Ingat, sopir. Dia tidak bisa datang, kata sopirnya, karena sibuk bekerja. Ingat, sibuk. Sekali lagi ingat, sibuk. Padahal dahulu ketika masih tinggal bersamaku, aku selalu menyiapkan masakan istimewa buatanku di hari ulang tahun mereka dan merayakannya bersama-sama.

Bila tahu akan seperti ini, demi Tuhan, aku tidak bersedia melahirkan mereka. Dan aku tahu, suamiku, pasti menyesal telah menghidupi mereka. Ya!

[kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepenggal galah... kasih ibu
sepanjang masa, kasih anak sepenggal masa...]

Dari artikel yang saya cuplik dan saya posting itu, saya sangat merasakan sekali betapa luar biasanya pengorbanan orang tua kita selama ni??? kita sebagai anak dituntut untuk mengabdi sama orangtua jangan sampai kita mengecewakan mereka yang sudah sepenuh hati, jiwa n raga telah melahirkan, membesarkan n mendidik kita hingga saat ni. Saya masih menyangkan diri saya sendiri bahwa saya belum sepenuhnya mengabdikan hidup saya kepada orangtua, saya pikir waktunya belum terlambat saat orang tua kita masih selalu ada disisi kita. Mari kita semua cintailah dan sayangilah orangtua dan keluarga kita lebih dari apapun meskipun mreka semua itu hanya titipan dari Yang Kuasa.

“Aku cuma mo bilang,,, Mamah aku sayang n cinta ma mamah,,,”