Waspada !!!

Januari 8, 2008

Awal tahun Indonesia lagi2 dirundung duka. Bencana yang tiap tahun melanda bukan lagi bencana yang mengagetkan bagi warga Jakarta, karena tiap tahun sudah menjadi bencana yang “wajib”. Tapi tahun ini bencana banjir mengejutkan wilayah Jawa Tengah dan Jawa timur. Bagaimana tidak mengejutkan??? Jawa Tengah yang sudah bertahun2 tidak mengalami bencana ini, tiada diduga awal tahun menjadi duka buat Jawa Tengah (khususnya daerah Solo). Kejadian seperti ini siapa yang harus dsalahkan???Kita tidak bisa untuk saling tuduh, tapi jawabannya ada pada diri kita masing2. Kiranya mulai saat ini dan yang akan datang kita harus benar2 bisa mengambil hikmah atas apa yang telah kita alami baik itu pahit ataupun manis. :-D . Dibawah ini aku tuliskan sedikit kutipan yang aku ambil dari artikel2 yang aku terima, ya berharap kita bisa belajar dan mengimplementasikannya ,,, :-D

Silahkan Menyimak,,,

 

Banjir
adalah dimana suatu daerah dalam keadaan tergenang oleh air dalam
jumlah yang begitu besar. Sedangkan banjir bandang adalah banjir yang
datang secara tiba-tiba yang disebabkan oleh karena tersumbatnya sungai
maupun karena pengundulan hutan disepanjang sungai sehingga merusak
rumah-rumah penduduk maupun menimbulkan korban jiwa.

Bencana banjir hampir setiap musim penghujan melanda Indonesia.
Berdasarkan nilai kerugian dan frekuensi kejadian bencana banjir
terlihat adanya peningkatan yang cukup berarti. Kejadian bencana banjir
tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor alam berupa curah hujan yang
diatas normal dan adanya pasang naik air laut.

Disamping itu faktor ulah manusia juga berperan penting seperti
penggunaan lahan yang tidak tepat (pemukiman di daerah bantaran sungai,
di daerah resapan, penggundulan hutan, dan sebagainya), pembuangan
sampah ke dalam sungai, pembangunan pemukiman di daerah dataran banjir
dan sebagainya.

Kenali Penyebab Banjir
•Curah hujan tinggi
•Permukaan tanah lebih rendah dibandingkan muka air laut.
•Terletak pada suatu cekungan yang dikelilingi perbukitan dengan pengaliran air keiuar sempit.
•Banyak pemukiman yang dibangun pada dataran sepanjang sungai.
•Aliran sungai tidak lancar akibat banyaknya sampah serta bangunan di pinggir sungai.
•Kurangnya tutupan patahan di daerah hulu sungai.

Tindakan Untuk Mengurangi Dampak Banjir
•Penataan daerah aliran sungai secara terpadu dan sesuai fungsi lahan.
•Pembangunan sistem pemantauan dan peringatan dini pada bagian sungai yang sering menimbulkan banjir.
•Tidak membangun rumah dan pemukiman di bantaran sungai serta daerah banjir.
•Tidak membuang sampah ke dalam sungai. Mengadakan Program Pengerukan sungai.
•Pemasangan pompa untuk daerah yang lebih rendah dari permukaan laut.
•Program penghijauan daerah hulu sungai harus selalu dilaksanakan serta mengurangi aktifitas di bagian sungai rawan banjir.

Yang Harus Dilakukan Sebelum Banjir Di Tingkat Warga
•Bersama aparat terkait dan pengurus RT/RW terdekat bersihkan
lingkungan sekitar Anda, terutama pada saluran air atau selokan dari
timbunan sampah.
•Tentukan lokasi Posko Banjir yang tepat untuk mengungsi lengkap dengan
fasilitas dapur umum dan MCK, berikut pasokan air bersih melalui
koordinasi dengan aparat terkait, bersama pengurus RT/RW di lingkungan
Anda.
•Bersama pengurus RT/RW di lingkungan Anda, segera bentuk tim
penanggulangan banjir di tingkat warga, seperti pengangkatan Penanggung
Jawab Posko Banjir.
•Koordinasikan melalui RT/RW, Dewan Kelurahan setempat, dan LSM untuk
pengadaan tali, tambang, perahu karet dan pelampung guna evakuasi.
•Pastikan pula peralatan komunikasi telah siap pakai, guna memudahkan
mencari informasi, meminta bantuan atau melakukan konfirmasi.

Di Tingkat Keluarga
•Simak informasi terkini melalui TV, radio atau peringatan Tim Warga tentang curah hujan dan posisi air pada pintu air.
•Lengkapi dengan peralatan keselamatan seperti: radio baterai, senter,
korek gas dan lilin, selimut, tikar, jas hujan, ban karet bila ada.
•Siapkan bahan makanan mudah saji seperti mi instan, ikan asin, beras, makanan bayi, gula, kopi, teh dan persediaan air bersih.
•Siapkan obat-obatan darurat seperti: oralit, anti diare, anti influenza.
•Amankan dokumen penting seperti: akte kelahiran, kartu keluarga, buku
tabungan, sertifikat dan benda-benda berharga dari jangkauan air dan
tangan jahil.

Yang Harus Dilakukan Saat Banjir
•Matikan aliran listrik di dalam rumah atau hubungi PLN untuk mematikan aliran listrik di wilayah yang terkena bencana,
•Mengungsi ke daerah aman sedini mungkin saat genangan air masih memungkinkan untuk diseberangi.
•Hindari berjalan di dekat saluran air untuk menghindari terseret
arus banjir. Segera mengamankan barang-barang berharga ketempat yang
lebih tinggi.
•Jika air terus meninggi hubungi instansi yang terkait dengan
penanggulangan bencana seperti Kantor Kepala Desa, Lurah ataupun Camat.

Yang Harus Dilakukan Setelah Banjir
•Secepatnya membersihkan rumah, dimana lantai pada umumnya tertutup
lumpur dan gunakan antiseptik untuk membunuh kuman penyakit.
•Cari dan siapkan air bersih untuk menghindari terjangkitnya penyakit diare yang sering berjangkit setelah kejadian banjir.
•Waspada terhadap kemungkinan binatang berbisa seperti ular dan lipan,
atau binatang penyebar penyakit seperti tikus, kecoa, lalat, dan
nyamuk.
•Usahakan selalu waspada apabila kemungkinan terjadi banjir susulan.

Tinggalkan Balasan