Rasakan Rasanya
September 16, 2008
Begitu banyak mail yg masuk di e-mail saya, setelah dibaca2, dicerna n ditelaah ternyata banya juga manfaatnya. Saya ambil salah satunya yaitu yang berjudul “NIKMATILAH KOPINYA, BUKAN CANGKIRNYA !!! “. Banyak sekali pejaran yg bias diambil dari bacaan tersebut. Daripada saya panjang lebar menjabarkan alangkah baiknya pembaca yang budiman menyimaknya sendiri.
Enjoy n don’t forget to leave a comment.
NIKMATILAH KOPINYA, BUKAN CANGKIRNYA !!!
Sekelompok alumni University California of Berkeley yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua. Percakapan segera terjadi dan mengarah pada komplain tentang stess di pekerjaan dan kehidupan mereka. Menawari tamu-tamunya kopi, profesor pergi ke dapur dan kembali dengan poci besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis. Dari porselin, plastik, gelas, kristal, gelas biasa, bahkan beberapa di antaranya gelas mahal, dan beberapa lainnya sangat indah. Sang professor mengatakan pada para mantan mahasiswanya mengambil cangkir dan menuang sendiri kopinya. Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan, profesor itu mengatakan:”Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal telah kalian ambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan yang murah saja. Meskipun normal bagi kalian untuk menginginkan hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami”. “Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak memengaruhi kualitas kopi. Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah kopi, bukanlah cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain”. “Sekarang perhatikan hal ini: Kehidupan bagai kopi, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi dalam masyarakat adalah cangkirnya. Cangkir bagaikan alat untuk memegang dan mengisi kehidupan. Jenis cangkir yang kita miliki tidak mendefinisikan atau juga mengganti kualitas kehidupan yang kita jalani. Seringkali,karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita.”Tuhan memasak dan membuat kopi, bukan cangkirnya. Jadi nikmatilah kopinya, bukan cangkirnya. Sadarilah bahwa kehidupan Anda itu lebih penting dibanding pekerjaan Anda. Jika pekerjaan Anda membatasi diri Anda dan mengendalikan hidup Anda, Anda menjadi orang yang mudah diserang dan rapuh akibat perubahan keadaan. Pekerjaan akan datang dan pergi, namun itu seharusnya tidak mengubah diri Anda sebagai manusia. Pastikan Anda membuat tabungan kesuksesan dalam kehidupan selain dari pekerjaan Anda.
Pelajaran-pelajaran yang paling permanen dalam bidang moral adalah yang berasal bukan dari buku atau pelajaran di sekolah, tetapi dari pengalaman.
( Mark Twain )